KIAT MENULIS CERITA FIKSI


Grup KBMN 31
Pertemuan kesebelas
Narasumber: Sudomo, S. Pt
Moderator: Ahmad  Sholeh, S. Pd. Gr
Penulis: Cicih Suasih, S. Pd.I

Assalamu'alaikum, wr, wb
Selamat malam para penggiat literasi. Malam ini kita sudah memasuki hari kesebelas. Dengan tema" KIAT MENULIS CERITA FIKSI " Narasumber  Bapak Sudomo, S. PT dan moderator Ahmad Sholeh. 

Penulis baru mengenal keduanya malam ini, lewat udara atau via whatsapp. Salam kenal dari saya yang baru gabung di KBMN 31."Tak kenal maka tak sayang" Itu pepatah lamanya. Semoga diawal pertemuan ini transferan Ilmunya bisa dipelajari dan dipraktekan. 

Sebelum kita lanjut, penulis ingin tahu *"Apa alasan Bapak/Ibu ingin belajar menulis cerita fiksi?"*

Sebelum  dilanjutkan, silakan baca terlebih dahulu contoh tulisan cerita fiksi bapak Sudomo yang
merupakan resume kelas menulis KBMN beliau. Berikut tautannya: 

*https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/*

Bagaimana, Bapak/Ibu? Ternyata membuat resume bisa berbentuk tulisan cerita fiksi juga, kan 

Selain buku fiksi di atas buku digital karangan  yang lain diterbitkan oleh Penerbit Andi. Buku ini adalah novel anak dengan tema pesawat sederhana. Pak Sudomo memanfaatkan buku ini saat mengajar IPA di kelas.

 *https://play.google.com/store/books/details/Sudomo_S_Pt_Bermain_Sambil_Belajar?id=1R9_EAAAQBAJ*

Lalu dari mana kita mulai belajar menulis cerita fiksi?

Ini adalah pertanyaan pemantik yang perlu menjadi dasar bagi kita untuk mulai tergerak menulis cerita fiksi.


Berikut adalah beberapa alasan harus belajar menulis cerita fiksi
1. Poin pertama mengenai AKM ini terkait            erat dengan kompetensi guru dalam  
    menulis cerita fiksi.
2. Kemampuan guru dalam menulis cerita 
    fiksi akan memudahkan dalam 
    menyediakan soal latihan teks sastra bagi 
    murid di kelas. 



 Ini dia! Tidak ada yang lebih penting di antara semuanya. Hal ini karena semuanya penting.

Inilah bentuk-bentuk cerita fiksi yang dikenal selama ini.
Beberapa di antaranya mungkin tidak asing lagi bagi Bapak/Ibu. Namun, sebagian mungkin belum familier.


Untuk bisa membangun cerita fiksi, penulis harus lebih dulu memahami tentang unsur-unsur cerita fiksi. Bagi guru Bahasa Indonesia tentu ini bukan hal yang asing lagi pastinya. 

Unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu:
1. Tema
2. Premis
3. Alur/plot
4. Penokohan
5. Latar/setting
6. Sudut pandang

Berikut pengertian, tips, cara menentukan, dan contoh *TEMA*

Premis mungkin hal yang masih asing bagi Bapak/Ibu. Dari contoh premis di atas, kita bisa tahu cerita fiksi secara keseluruhan.
Karakter dari contoh premis tersebut, yaitu *Seorang anak SD*, tujuan tokoh adalah *memperoleh pemahaman IPA*rintangan/halangan berupa *melakukan perjalanan*, sedangkan resolusinya adalah *ke rumah kakeknya. 

*https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhAsHsRVX10lMH7SdxDSZF4vhSvUT9UeaXEHxGjZZTW_6w9RO9lJOB4x9O60UVqVNQJJo_CfnEvNIG66GnLzM9Tkzaoco2M7WzZOgM3ThkJX1vwFds-cKn70yNvl6vgyRBEHf3OHp4Hnf5an5DJGkQptwO2NNZWukdEHqQ4WQWuBE-aIXa0t-Co0r75QFdj*

Berikut adalah pengertian, macam-macam, dan unsur *ALUR/PLOT*

Berikut adalah contoh alur/plot. Alur/plot ini akan memudahkan dalam menulis cerita fiksi. Sekaligus juga memudahkan dalam mengembangkan ide cerita yang ada. Alur/plot ini memungkinkan kita tidak keluar jalur saat menulis.

Bagian ini menjelaskan tentang penokohan termasuk macam-macam dan teknik penggambaran tokoh. Penggambaran sifat tokoh dalam cerita fiksi menggunakan prinsip _show don't tell_.

Berikut ini adalah proses kreatif menulis cerita fiksi yang terdiri dari niat, membaca, menentukan ide dan genre, membuat outline, mulai menulis, melakukan swasunting, dan publikasi. 

Berikut ini adalah proses kreatif menulis cerita fiksi yang terdiri dari niat, membaca, menentukan ide dan genre, membuat outline, mulai menulis, melakukan swasunting, dan publikasi

Berikut penjelasan dari masing-masing kiat mudah dalam menulis cerita fiksi.

Jadi, masih berpikir dua kali untuk mulai menulis cerita fiksi?

Berikut ini hasil buah pikiran yang dibuat bapak  Sudomo narasumver kita malam ini tumpahkan lewat tulisan cerita fiksi. 

Kita tuangkan ide dan gagasan yang sudah ada dibenak kita. Memulai untuk belajar menulis cerita fiksi. 

Demikian pertemuan malam ini. Jangan hanya membaca tapi coba untuk menulis. Semangat dan salam literasi buat sahabat se-nusantara. 

Komentar

Posting Komentar