Menggali Potensi Melalui Tulisan Berbuah Prestasi

Kelas Menulis Hari Keempat
Gelombang 31
Judul: 
Menggali Potensi Melalui Tulisan Berbuah Prestasi
Pemateri:
Aam Nurhasanah
Moderator: 
Edmu Yulfizar Abdan Syakura M.Pd. 
Penulis: 
Cicih Suasih, S. Pd., M.M

Assalamu'alaikum... Apa kabar sahabat literasi? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT... Aamiin. 

Pertemuan keempat kita dipandu oleh narasumber muda penuh inspiratif dan segudang pengalaman yang sudah tidak diragukan lagi. Sangat super dan luar biasa.
Semoga ilmunya bisa menular pada kita khususnya penulis seperti saya yang masih jauh dari kata hebat.

Alhamdulillah, pada malam yang penuh semangat ini,  kita akan menggali ilmu dengan tema *Gali Potensi, Ukir Prestasi*.

Apa sih sebenarnya potensi bapak ibu?  Bagaimana cara menggali potensi yang ada dalam diri? Jawabannya sangat mudah. Adalah mulai dari hal yang sukai, hal yang dialami, dari hal yang dikuasai, atau dari hal-hal yang baru dipelajari. Misalnya saya suka menulis, maka saya asah terus bakat menulis. Memaknai  *Gali Potensi*. 

Seperti yang dipaparkan narsum untuk menggali potensi tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan banyak halangan dan rintangan yang harus dihadapkan. 

Untuk menarik perhatian pembaca, bisa menggunakan kalimat motivasi yang menggugah, sebait pantun, atau sepenggel puisi. Seperti pepatah,* pertemuan pertama begitu menggoda" selanjutnya pasti pengunjung tertarik dengan tulisan kita. Atau buat salah satu ciri khas tulisan kita yang mudah diingat . 

Untuk konsistensi menulis yang kadang naik turun, dapat dengan cari inspirasi baru, atau hal baru yang belum pernah saya alami. Misalnya merajut, healing, atau menyanyi. Itu bisa jadi mood booster agar semangat menulis lagi.k faktor internal maupun eksternal. Hal tersebut juga dialami oleh narasumber kita yang pada akhirnya tak mengenal kata menyerah terus bangkit belajar dan terus belajar. 

"Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”
(Mutiara hadits) 

Untuk mengasah kemampuan menulis, dapat dilakukan dengan mengikuti tantangan menulis. Dengan bergabung bersama komunitas penulis, mengikuti pelatihan-pelatihan tentang kepenulisan 

Seperti kata pepatah, kalau berteman dengan minyak wangi, kita akan tercium wanginya. Sama seperti itu juga. Kalau ingin sukses menulis, kita harus berteman dengan penulis juga. Dari kelas ini dapat bertemu Bu Kanjeng sebagai seorang motivator, dan Omjay sebagai Inspirator. 

 hikmah belajar menulis banyak sekali ilmu yang bisa diserap kalau mau belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun. Akan bernuah hasil yang membuat kita bangga. 

Selain hal di atas untuk menarik perhatian pembaca, bisa menggunakan kalimat motivasi yang menggugah, sebait pantun, atau sepenggel puisi Bun. Seperti pepatah, pertemuan pertama begitu menggoda selanjutnya pasti pengunjung tertarik dengan tulisan kita. Atau buat salah satu ciri khas tulisan kita yang mudah diingat. 

Untuk konsistensi menulis yang kadang naik turun, dapat juga dengan cari inspirasi baru, atau hal baru yang belum pernah saya alami. Misalnya merajut, healing, atau menyanyi. Itu bisa jadi mood booster agar semangat dalam menulis. 

Demikian pemaparan tentang "Menggali Porensi Raih Potensi". Smoga bermanfaat .buat kita semua. 

Wassalam mualaikum, wr,wb







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMITMEN MENULIS DI BLOG

BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

MEMPERMUDAH PENULIS MENULIS BERSAMA PENERBIT MAYOR