MENULIS DENGAN HATI (WRAITING & HEART)

Kelas KBMN 31
Pertemuan yang kesembilan
Hari: Senin, 20.05.2024
Narasumber: Muttmainnah, Pd.M
Moderator: Widya Arema
Penulis: Cicih Suasih,  S. Pd., M.M

Assalamu'alaikum, wr, wb. 
Salam literasi buat sahabat penulis se-nusantara. Malam ini kita akan belajar bersama narasumber yang imut-imut tapi mantap dan manis banget😁 yaitu bunda Muttmainnah. Didampingi moderator handal dan berpengalaman yaitu bunda Widya...Kita ikuti yuukkk.... Jangan sampai terlewat. 

Seperti mutiara kata yang narasumber tulis bahwa:
*_Hati adalah Raja, sedangkan anggota tubuh adalah prajuritnya._* 

_Aku membutuhkanmu seperti jantung yang membutuhkan detaknya_

Kita merasai senang, suka, sedih, bingung, khawatir, bahkan jatuh cinta dan patah hati menggunakan hati. *HEART.*❤

Segala yang kita sampaikan dari hati, maka akan sampai ke hati pula. 

Bagaimana jika menulis dengan melibatkan hati, apakah akan sampai pula ke hati pembacanya? 
Sure.... Pasti.... 

Terus bagaimana caranya? 
Sulitkah? 
Tekniknya apakah sama?

Malam ini kita akan menarikan tinta seiring kata jiwa, mencurahkan kisah membidik hati agar selalu berbunga. Pemanis dengan mantan

 _Pergi ke sungai memancing ikan_

_Ikan kecil ikan arwana_

_Salam sapa saya ucapkan_

_Assalamu'alaikum sobat semua_

Dan saya sampaikan Salam sejahtera untuk kita semua. 

Baiklah Selama 2 jam ke depan kita akan sharing bersama dengan narasumber luar biasa. 

*WRITING BLOKS* Apa yang terpikir saat kita bicara tentang hati? 

CINTA... 
KASIH.. 
RASA SAYANG.. 
MAWADDAH... 
RINDU... 

Ternyata banyak sekali kosa kata yang berkelindan diatas kepala, saat kita menyebut kata hati. 

Hati adalah bagian tubuh dan jiwa yang penting bagi manusia. 

Bahkan ada hadits yang menyampaikan tentang hati. 
Kurang lebih artinya seperti ini. 

_“Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. ”  (Majmu’ Al Fatawa, 11/208)._

*ANTARA KITA*

Ketika air mata langit turun mencipta genang di pelataran rumah, aku kembali terkenang pada rindu yang lupa jalan pulang
Pada rindu yang mengembara tak tau arah

Pijaran lentera menyala memantulkan cahaya dalam remang, masih saja membayang seraut wajah pada ingatan yang tak ingin hilang

Sesukar ini kah lupa?  

Setiap kisahnya menjelma rententan kata
Mencipta rindu pada warna warni rasa
Mestinya tak sulit lupakan segalanya 
Jarak yang membentang, bersua yang tak kunjung, hingga tinggalah kenangan

Antara kita .... 
Terikat dawai persaudaraan
Tak lekang oleh waktu pun ujian

Lebak, April 2024
*Emut*

Itu adalah salah satu buku puisi karya narasumber kita malam ini. 

Selamat malam sahabat hebat Indonesia 

 S E K E P I N G   R I N D U 

Sekeping rindu acap kutitipkan untukmu
Lewat serayu yang mendesau di tepi semu
Entah tersampaikan atau tertahan oleh daun-daun meringgas diterpa kemarau

Termangu aku di pelataran sunyi 
Desau angin mengetuk imaji
Kabarkan salamku yang tertawan daun
Rindu pun hanya sebatas impian 

Ku coba bertanya pada ranting 
Dimanakah titipan salam menggantung 
Tapi mereka diam tak bergeming
Mungkin salamku telah sirna terbang dikecup alunan kidung 
Bersama rinduku yang larung  dalam palung. 

Emut Lebak 
Cipanas, 20 Mei 2024

*Tips menulis dengan hati* 

1. LIBATKAN EMOSI

Emosi yang dimaksud disini adalah emosi yg positif. 
Tulis apa saja yang kita rasakan, kita amati, dan kita dengarkan. Tulis semuanya apa adanya, tanpa perlu diedit terlebih dahulu. 
Jika kita menulis sambil mengedit tulisan kita tidak akan  jadi. 

Saat menulis libatkan emosi kita. Beri warna dan rasa pada tulisan kita. 
Saat kita menuliskan tentang kesedihan gambarkan kesedihan itu. Bagaimana rasanya sedih, tulis saja seperti kita sedang berbicara curhat pada  sahabat kita jika kita sedang sedih. 
Saat kita sedang marah sampaikan rasa amarah itu dalam kata kata. Sehingga seolah pembaca merasakan aura kemarahan kita.
Mengapa suasana dan emosi dirasa perlu untuk diolah lalu dituangkan ke dalam tulisan? Karena saat kita menulis dengan memainkan suasana dan emosi, maka tulisan yang dibuat pun akan memiliki rasa sehingga pembaca pun akan menikmati tulisan yang dibuat.

Namun jangan salah menempatkan emosi, apabila kita sedang dalam keadaan marah atau sedih jangan memaksa untuk menulis tulisan yang menyenangkan karena mood nya tidak sesuai dengan ide yang akan dituliskan.
[20/5 19.33] Emutwae KBMN: Dalam menulis, jangan ragu untuk menuangkan semua ide yang kita miliki. Anggap saja sama seperti menulis diary namun dengan berbagai bentuk tulisan. Saat sudah terbiasa, menulis pun akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bahkan membuat candu kepada orang yang melakukannya

2. LIBATKAN PANCA INDERA

*Tiga sahabat itu meringkuk ketakutan. Di tengah samudra biru, mereka terombang-ambing diatas kapal yang sudah lubang sana sini. Tangan mereka terikat jaring dengan kuat, sementara mulut kelu dalam gigil kedinginan. 
Dari kejauhan
Sesosok makhluk yang besar semakin mendekati mereka.*

Makhluk itu sangat besar, tingginya melebihi pohon kelapa. Badannya sebesar gedung tingkat delapan. Surainya mencuat tinggi berwarna keperakan disinari matahari. Entah makhluk apa yang mereka lihat. Matanya yang merah menampakkan amarah. Makhluk itu menghantamkan ekornya dengan kuat. 
Byuuuurrrr, seketika air laut bergejolak setinggi 30 meter. Baju mereka basah kuyup, rasa dingin bukan masalah terbesar mereka. 
Tapi tatapan marah ikan itu. Ikan itu semakin mendekati mereka. Satu ayunan sirip lagi, akan tiba dihadapan mereka.

Ooh bagaimana nasib ketiga sahabat itu selanjutnya?
Naah bagaimana saat bpk/ibu membaca paragraf ini. 
Tentu kita juga merasakan dingin, dan ketakutan seperti ketiga sahabat itu bukan. 
Jadikan tulisan kita memiliki rasa takut, senang, melalui melihat, mendengar, membau. Libatkan semua panca indera.

3. TULIS SESUAI DENGAN YANG KITA SUKAI

Bapak ibu pasti pernah merasa jatuh cinta kan? Bagaimana kita menggambarkan orang yang kita sukai. 
Hemmm...pasti paket lengkap untuk mendeskripsikannya. 
Mulai wajahnya  penampilannya, sikapnya. Bahkan senyumnya pun kita bisa melukiskannya dengan jelas. 
Kenapa bisa seperti itu? 
Kuncinya karena *SUKA*.
Jangan menulis sesuatu yang tidak kita sukai. Ibaratnya jika Anda tidak menyukai minum kopi, jangan memaksa minum kopi. Pasti tidak akan menggambarksn kopi itu secara obyektif bukan? 

Intinya tulis yang kita sukai. 
Jangan menulis karena terpaksa. 
Ingat tulisan yang ditulis dengan terpaksa hanya akan berupa rangkaian huruf tanpa nyawa. 
Kosong, bisu dan tak membekas di hati pembaca.
Menulis adalah soal perasaan. Tidak cukup hanya pengetahuan, seorang penulis harus memiliki pemahaman. Pemahaman dimulai dari memahami diri sendiri baru memahami orang lain. 

Penulis yang punya rasa akan menjadi sensitif dan mampu menangkap banyak hal. Efek ke tulisan, tulisannya akan menjadi lebih dalam dan dapat dimaknai oleh pembaca karena menyentuh pembaca. Dengan melibatkan rasa, penulis akan merasakan pengalaman keterlibatan sesuatu yang menggelegak dari dalam dirinya dan hal itu kemudian akan ditangkap oleh pembacanya. *Merasa nggak?*

Menulis adalah seni. Seni adalah keindahan. Seni adalah kreativitas. Seni juga bisa berarti jalan. Dengan seni, penulis memiliki jalan yang otentik di dalam karya-karyanya yang sulit ditiru oleh orang lain. Jadi hal ini adalah sebuah ciri khas mendalam dari penulis.

4. JANGAN MENGHARAP PUJIAN
Niatkan dalam hati yang pertama kata-kata berikut ini.

*UNTUK APA KITA MENULIS?*

Jika kita menulis hanya karena pujian, orientasi kita bukan pada segi manfaat tulisan kita. 
Tapi semata-mata karena ingin dipuji. 
Dan saat tulisan kita sepi dari pujian maka kita akan *badmood* bahkan malas untuk menulis.

5. WHO DAN DO

Who artinya kenali siapa yang akan membaca tulisan kita. 
Jika kita ingin tulisan kita mengena pada remaja maka posisikan diri kita sebagai remaja. Mulai dari gaya bahasa, topik dan hal- hal yang lagi digandrungi remaja. 
Jadikan diri bpk/ibu sebagai pembaca. 

*Do* artinya pesan apa yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Dengan harapan pembaca akan melakukan apa yang kita tulis dan kita harapkan sesuai tujuan tulisan kita.

6. READ AND READ
Seorang penulis hendaknya suka membaca. 
Ibarat kendaraan maka membaca adalah bahan bakar seorang penulis. Dengan membaca kita akan kaya akan ide, bahasa dan bahan menulis. 

Dikutip dari Rencanamu.id (24/09/18), hasil dari penelitian Stephen D. Krashen dalam bukunya yang berjudul _Writing: Research, Theory, and Application_ , bahwa ada hubungan antara kegiatan membaca dan menulis. Responden yang merupakan para penulis itu ternyata gemar membaca sejak kecil dan mengaku sudah terbiasa menulis sejak masih sekolah.

Jadi, semakin banyak seseorang membaca, wawasan dan pengatahuannya pun akan semakin luas, sehingga memiliki banyak referensi atau ide untuk menulis.
Dengan kata lain, tiap kalimat yang dituliskan akan mengalir mudah, karena sudah mempunyai bekal informasi.

7. JUJUR
Mulutmu bisa berbohong tapi tulisanmu tidak
Kata orang apa yang tertulis tak mampu berbohong bahwa tulisan adalah isi hati penulis, saat matamu bisa berbohong maka tulisanmu tidak, artinya tulisan kita adalah gambaran dari kita

 8. KONSISTEN
Poin yang ke 8 ini sangat mudah dikatakan tapi susah dilakukan. 
Ibarat berjalan selalu ada karang  yang menghadang
Angin badai menerpa, meruntuhkan kesadaran. 
Tapi yakinlah itu semua hanya kerikil tajam sandungan. 
Itu semua akan memperkokoh genggaman tangan dalam satu TUJUAN yakni menjadi penulis. 
Saat lelah mendera, pikiran buntu, atau *_writer block_* menyerang istirahatlah. Tapi setelah itu ayunkan kaki lebih tinggi.
Tulisan yang dibuat dengan hati akan sampai pada hati pula. 
Tulisan itu akan membius dan membekas dihati pembacanya
Saat tulisan kita memiliki soul, maka tulisan itu tidak akan membosankan. Melekat dalam ingatan.


1. Lebih menyentuh pembaca

Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi, akan lebih menggugah pembaca. Sebaiknya tulisan yang datar, akan terasa membosankan.

Saat menulis, Anda tidak hanya memproduksi kata-kata, namun Anda tengah memproduksi rasa. Maka hadirkan perasaan dan emosi positif saat menulis. Instal dalam diri Anda emosi positif sehingga membanjiri diri Anda selama proses menulis. Emosi positif ini akan membimbing untuk terus menerus mengeluarkan kata-kata. 

Coba rasakan tulisan Anda yang terbimbing oleh emosi positif, pasti sangat berbeda dengan apabila tulisan terbimbing oleh emosi negatif.

2. Ketika kita sedang menulis sebuah novel sepenuh jiwa, maka tulisan tersebut akan memiliki nyawa dan seolah-olah bisa dirasakan secara nyata oleh pembaca. Kita pasti pernahkan membaca sebuah buku yang membuat kita merasa masih larut dalam cerita meskipun sudah selesai membacanya? Bisa jadi penulis buku tersebut sangat menjiwai tulisannya.

3. Lebih mudah menyusun cerita. 
Tentu kita pernah merasakan _Writer Block_ . Tak ada ide menulis. 
Jangankan menulis paragraf. Membuat kalimat saja kadang tak terangkai. 
Maka cobalah menulis dengan hati. 


Tulislah segala yang ada di sekeliling kita seolah sedang berbicara. 
Menulislah dengan berbagi rasa lewat bait-bait aksara dan menyentuh hati pembaca lewat tulisan.

Bandingkan dua tulisan ini 
Contoh menulis melibatkan hati dan tidak melibatkan hati

1. Hari ini hujan turun dengan lebat. Budi sang penjual koran duduk kedingian di trotoar dengan menahan rasa lapar. 

2. Awan mendung terlihat menghitam, suara tetesan hujan semakin menderas. Sesekali terdengar cahaya kilat dan suara petir memekakkan telinga. Si budi kecil penjual koran, menggigil dalam beku. Matanya perih menahan tetesan hujan. Mulutnya membiru, seakan membeku. tangan dan kakinya kelu dan lunglai menahan lapar seharian. Tuhan berikan rezeki untuk bisa kumakan hari ini pintanya syahdu memandang awan kelabu.

Alhamdulillah...Materi "Malam kesembilan sudah kita simak dan gercap kita tuangkan dalam buku-buku. Penuh manfaat. Semoga banyak manfaatkannya. 
Namun sebelum ditutup ada pantun ni.

Burung nuri burung cendrawasih
Cukup sekian dan terimakasih. 

Wassalamulaikum, wr, wb


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMITMEN MENULIS DI BLOG

BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

MEMPERMUDAH PENULIS MENULIS BERSAMA PENERBIT MAYOR