KAIDAH PANTUN
Grup KBMN 31
Pertemuan ke 14
Narasumber: Miftahul Hadi, S. Pd
Moderator: Arofah Afifi, S. Pd
Penulis: Cicih Suasih, S. Pd., M.M.
Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Selamat malam sahabat literasi!
Malam ini adalah pertempuran kita yang keempat belas. Rabu, 05 Juni 2024.
Malam ini materi kita tentang"Kaidah Pantun".dipandu oleh moderator bunda Arofiah Afifi, S. Pd dengan Narasumber Miftahul Hadi, S. Pd.
Ada pantun nih.... Yuk kita baca!
_Baju bersulam berbahan katun,_
_Sandingkan dengan kain kebaya_
*_Rabu malam kita berpantun,_*
*_Lestarikan budaya Indonesia_*
*Siapa yang tak kenal pantun?*
Ya pantun adalah salah satu kekayaan Indonesia yang bisa dipelajari siapa saja..
Akankah kita lupakan dan menjadi milik bangsa lain?
No Way... 🙅♀️🙅🏼♂️
Jangan sampai itu terjadi. Kita harus bisa menjaga dan melestarikannya.
*Dengan cara apa?*
Tentunya dengan mempelajarinya ya gaes😁(gaya anak sekarang)
*Bagaimana cara membuat pantun yang benar dan indah?*
*Apa itu isi dan sampiran?*
Malam ini kita akan bertemu dengan pakar pantun dari Kota Demak.
Simak dan torehkan dalam blog.
Kita buat pantun yang berbibot sesuai dengan genrenya untuk dijadikan buku solo.
Karena ini materi pantun Moderator pun tak kalah siap berpantun:
*Petik sekuntum bunga pematang
Bunganya kecil dimakan ngengat
Assalamualaikum selamat datang
Ku sapa hadirin dengan hangat*
Malam ini in sya Allah akan menjadi malam yang hangat, seru dan menyenangkan, karena materi kelas menulis “Kaidah Pantun.”
Berjalan adik sambil dituntun
Harus dijaga jangan terjatuh
Sungguh unik belajar pantun
Materi berharga hati tersentuh
Cakeeep
Yuk yuk siap-siap.
Sebelum dimulai kelas pantunnya izinkan saya(moderstir)memperkenalkan diri. Melalui pantun:
Kalaulah ingin membaca cerpen
Cari akun Arofiah Afifi
Kalau lah Anda memegang pulpen
Tulislah nama saya cukup Ofi
Pagi hari Pergi sekolah
Pulangnya naik mentromini
Bersama saya Arofiah
Pandu acara malam ini
Karena kita sudah paham maka tanpa buang waktu, malam ini agar lebih berkah, sebelum kita mulai mari kita membaca doa menurut kepercayaan masing-masing.
Berdoa mulai.
Rambut dibelai sama Bu Atun
Sisir dahulu aduh rapinya
Sebelum mulai kaidah pantun
Kenali dulu narasumbernya
Asyeeek....!!!
Putri santun akan menikah
Berhias sulam sangatlah cantik
Mari berpantun bersama Pak Miftah
Rabu malam memanglah asyik
Cieee.... 👏👏
Karena sepertinya para hadirin KBMN sudah penasaran kita langsung saja yaa...Ikuti materinya.
Ke Purwakarta minum es barbar
Terasa betah baunya harum
Karena peserta sudah tak sabar
Mohon Pak Miftah masuk ke forum
Bismillahirrahmanirrahim
Mawar sekuntum tumbuh di taman,
Daun salam tumbuh di kota,
Assalamualaikum saya ucapkan,
Sebagai salam pembuka kata.
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.
Perlu sahabat literasi ketahui, nara sumber kita adalah jebolan KBMN PGRI gelombang 17.
Merasa bersemangat membersamai dan dapat berjumpa bapak ibu dalam pertemuan ke-14 KBMN PGRI gelombang 31.
Bapak ibu, mohon ijin memperkenalkan diri.
Banjir kanal tanahnya lempung,
Membabat semak di pinggir kali,
Salam kenal saya mas Mif guru kampung,
Dari Demak berjuluk kota wali
*Apa itu pantun, bagaimana kaidah pantun dan praktik mudah membuat pantun? *
Sebelum dibahas lebih lanjut, saya akan bertanya terlebih dahulu pada bapak ibu.
*Apa yang terlintas di benak bapak ibu ketika mendengar kata pantun?*
#Palang pintu
Jawaban Bu Anita
#Ada sampiran dan isi
Bersajak ab ab
dari pak/bu Tiarma
#Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
#Ada rima atau ahiran yang sama Mas Mif
Sekilas saya akan menjelaskan tentang tradisi pantun di Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan seni verbal yang sangat beranekaragam, salah satunya adalah pantun.
Beberapa pertunjukan pantun bersifat narasi, misalnya Kentrung di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan struktur "pantun" untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang.
Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.
Sahabat literasi yang berbahagia, kita sebagai warga negara Indonesia, patut berbangga
tahu kenapa??
Pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional pada tahun 2014....keren.👏
Ada hak paten 🤭dan tidak boleh sampai diakui negara sebelah
Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020).
Nah, mulai sekarang jangan malu belajar pantun dan memperingati hari pantun sedunia setiap tanggal berapaaaa??
Yup...betul, hari pantun diperingati setiap tanggal 17 Desember
Silakan kalendernya dilingkari, kasih keterangan hari pantun sedunia.😀
Berikut adalah definisi pantun dari beberapa ahli
Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019) Kalau dilihat dari definsis tersebut, pantun itu menggambarkan adanya sikap sopan dan santun.
Hemmm,🤔siapa diantara sahabat literasi yang menggunakan pantun untuk mengejek temannya?
Kita lihat definisi lain ya...!!!
Tuntun (Pampanga): teratur, Tonton (Tagalog): mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur, Tuntun (Jawa Kuno): benang, Atuntun: teratur, Matuntun: pemimpin, Panton (Bisaya): mendidik, Pantun (Toba); kesopanan atau kehormatan (Hussain, 2019).
Kalau dilihat dari definisi ini, pantun disusun dari kata yang teratur, tidak sembarangan.
Naah saya kalo berpantun belum bener berarti 😁🤭
*Siapa di antara bapak ibu yang sering membuat pantun dimulai kata jalan-jalan
Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019).
Dari sini, pantun digunakan sebagai penuntun serta tunjuk ajar
Nah, ini yang sudah banyak diketahui oleh banyak orang.
Pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020).
Menurut Suseno (2006) di Tapanuli pantun dikenal dengan nama ende-ende.
Contoh:
Molo mandurung ho dipabu,
Tampul si mardulang-dulang,
Molo malungun ho diahu,
Tatap siru mondang bulan.
Artinya:
Jika tuan mencari paku,
Petiklah daun sidulang-dulang,
Jika tuan rindukan daku,
Pandanglah sang bulan purnama.
Sedangkan di Sunda, pantun dikenal dengan nama paparikan.
Contoh:
Sing getol nginam jajamu,
Ambeh jadi kuat urat,
Sing getol naengan elmu,
Gunana dunya akhirat.
Kurang lebih artinya:
Yang giat minum jamu
Agar jadi kuat urat(badan)
Yang giat mencari ilmu berguna bagi dunia akhirat
Artinya:
Rajinlah minum jamu,
Agar kuatlah urat,
Rajinlah menuntut ilmu,
Berguna bagi dunia akhirat.
Ada juga pantun dari Jawa
Pada masyarakat Jawa, pantun dikenal dengan sebutan parikan.
Contoh:
Kabeh-kabeh gelung konde,
Kang endi kang gelung Jawa,
Kabeh-kabeh ana kang duwe,
Kang endi sing durung ana.
Artinya:
Semua bergelung konde,
Manakah yang gelung Jawa,
Semua telah ada yang punya,
Mana yang belum dipunya.
Semoga dengan sedikit penjelasan tentang pantun, dapat membuka insight sahabat literasi dan dapat kembali ke jalan yang benar tentang pantun.😁
Sahabat literasi, ternyata pantun itu tidak hanya terdapat di Melayu saja.
Berbagai daerah di Indonesia juga terdapat pantun.
Mari kita lanjut, berikut adalah beberapa fungsi pantun
1. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.
2. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
3. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.
ini pengalaman narasumber nih, saat ikut festival pantun ASEAN.
Sambil mikir pantun
Diberikan kesempatan hanya 1 menit
untuk berbalas pantun secara Live.
ini yang paling penting, Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.
Tantangan membuat pantun 1 menit dari para peserta KBMN31:
Makan kedondong jangan dibanting
Kalau dibanting, pecah kulitnya
Rambut gondrong tidak digunting
Karena ga ada duitnya
Nasi hangat disajikan dalam bakul
Tidak lupa dialasi dengan daun
Terima kasih bapak Miftahul
atas ilmunya tentang pantun
Ke Pasar Kamis belanja katun
di pasar sumber membeli bakul
Malam Kamis belajar pantun
dari narasumber mas Miftahul
Menanam bunga di ujung jalan
Harum mewangi indah menawan
Siapa sangka gadis pujaan
Tambatan hati wajah rupawan
Jalan jalan ke pasar beli katun
Tidak lupa bawa wadah
Mari kita belajar pantun
Siapa tahu dapat hadiah
Malam Rabu ikut KBMN
Jangan lupa simak materi
Jika anda ulet dan telaten
Literasi akan menambah prestasi
Makan timun, dilarang berisik
Betul asyik, nich pantun.
Anak katak turun gunung
Bertemu kambing yang makan daun
Putar otak sampai bingung
Memilih kata menjadi pantun
Baju kebaya berbahan katun
Ditambah payet dan permata
Malam ini serunya berpantun
Mata ngantuk jadi terbuka
Sekarang kita lanjut materi lagi
Sahabat literasi, *apa dan bagaimana sih ciri-ciri pantun? *
Supaya benar dalam membuat pantun, simak ya ... 👉
🧚♂️Satu bait terdiri atas empat baris
🧚♂️Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
🧚♂️Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata
🧚♂️Bersajak a-b-a-b
🧚♂️Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
🧚♂️Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud.
Jadi, satu bait pantun terdiri atas empat baris
empat baris, tulis pake tinta merah yaa
lalu satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
biar rapi, silakan gunakan empat sampai lima kata per barisnya
kemudian satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata
selanjutnya, pantun itu Bersajak Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud
Jadi antara baris pertama kedua, itu tidak berhubungan dengan baris ketiga dan keempat.
*Apa boleh baris ke 1 dan 2 tidak saling berkaitan?*
Sahabat literasi, silakan disimak dan dipahami perbedaannya
baris 1 dan 2, berhubungan buu
Dua tiga kucing saleh
Tidak boleh
Ini Pantunnya Jarjit Mas Mif
*Biasnya dia kaya gitu modelnya, bagaimana?
pantun dua baris yang sering dibawakan jarjit
Jenis pantun karmina:
# baris 1 sampiran, baris 2 isi
# sajak a b
# tiap baris empat sampai lima kata
# jumlah suku kata juga 8 -12
*naahh, sudah tahu bedanya kan??*
Kalau ini, contoh syair
Contoh syair:
Ke sekolah janganlah malas,
Belajar rajin di dalam kelas,
Jaga sikap janganlah culas,
Agar hati tak jadi keras.
🧶Semua barisnya, berakhiran bunyi as
🧶maka sajaknya disebut a a a a
🧶tiap barisnya saling berhubungan
🧶jumlah kata dan suku kata juga hampir sama dengan pantun.
Sudah bisa membedakan ya bapak ibu
Kalau yang ini, contoh gurinda
Contoh gurindam:
Jika selalu berdoa berdzikir,
Ringan melangkah jernih berpikir.
gurindam itu terdiri dua baris
baris 1 sebab
baris 2 akibat
sebab : berdoa berdzikir
akibat : jernih berpikir
jumlah kata dan suku kata juga sama dengan pantun
bunyi akhir 1 dan 2 = kir
maka sajaknya a a
Sampai sini, kita sudah bisa membedakan antara pantun, karmina, syair dan gurindam ya ... Sahabat literasi.
ngan sampai salah buat dan salah sebut.
Makan nasi ditambah kerupuk ku _lit_
paling lahap makannya di tepi saw _ah_
membuat pantun memanglah su _lit_
jika diasah akanlah jadi mud _ah_
Perhatikan bapak ibu, ini contoh pantun dengan rima/bunyi akhir yang sama hanya di akhir baris
maka disebut dengan rima akhir
Kalo Pantunnya Rima akhir tapi satu huruf terakhir apakah bisa dianggap pantun
pantun itu menunjukkan keindahan pilihan diksi serta kalimat bu
kalau bisa, dalam memilih kata agar rimanya indah
usahakan minimal laval akhir yang sama bukan huruf akhir
bisa dipahami yaa...
Kebanyakan pantun yang saya temui seperti itu huruf terakhir tok yang sama he
Mawar sekunt _um_ tumbuh di tam _an_,
Daun sa _lam_ tumbuh di ko _ta_,
Assalamualaik _um_ saya ucapk _an_,
Sebagai sa _lam_ pembuka ka _ta_.
hayo, kata apa saja yang bunyi akhirnya sama
bunyi akhir ya bapak ibu, bukan huruf akhir\
Um an
Am ta
Sudah saya edit dan ketik miring ya...
Ini adalah contoh pantun yang menggunakan rima tengah dan akhir.
Mawar sekunt _*um* tumbuh di tam _*an*,
Daun sa _*lam*_ tumbuh di ko _*ta*_,
Assalamualaik _*um*_ saya ucapk _*an*_,
Sebagai sa _*lam*_ pembuka ka _*ta*_.
artinya kata di tengah dan akhir baris memiliki bunyi akhir yang sama.
Sampai sini sudah paham perbedann dua rima tersebut.
Kita lanjut rima yang ketiga.
Tenang, saya tidak akan menyuruh membuat pantun dengan rima ketiga. Ini hanya sebagai pengetahuan.
Jangan dipikirkan ya bapak ibu, takutnya nanti malam gak bisa tidur. sebagai pengetahuan saja.
tadi saya (narasumber)sudah janji, kasih tips dan trik memilih kata dengan rima sama yaa
Mencari kata akhiran Tu
Kutu
Satu
Kartu
Satu
Buntu
Menantu
Pintu
Batu
Nah kan, mudah ternyata mencari bunyi akhir yang sama
*Siapa tadi yang bilang, bikin pantun sulit??*
itu tips pertama bu
*mau tahu tips kedua?*
*Kalau buat pantun biasanya yang mana dulu yang dibuat??*
Sampiran dulu atau isi
pasti jalan-jalan ke pasar pagi dulu, yang dibuat. habis jalan-jalan jadi capek
Ada bisikan
Kalo kawan-kawan KBMN isi dulu
Bener ini
Jika mau buat pantun satu menit jadi
Bikin isi dulu
Sampiran kemudian alias baris 3 dan 4 nya dulu, kalau isi sudah jadi, baru buat sampirannya
jangan lupa, sesuaikan rima nya
*Tips ketiga, dalam membuat pantun jangan memakai nama orang atau merk dagang
Contoh : Mpok Elly membeli Pepsodent.
Mau berpantun atau mau gosok gigi mpok, 😁
baris 1, 2 dan 3 diakhiri tanda koma
baris 4 diakhiri tanda titik.
Demikanlah materi malam ini tentang kaidah pantun semoga berkenan dan bermanfaat
Salam semangat..... Yoii, kita buat pantun sebanyak mungkin agar membudaya dan pandai membuat pantun.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Merak-Sukamulya, 05.06.2024
Terima kasih bapak/ibu sudah menyimak materi, semoga bermanfaat. salam berkarya, berdedikasi, menginspirasi.
BalasHapusLuar biasa. Ok
BalasHapusMantap Bu resume nya makin bagus.lanjutkan
BalasHapusMantab lah..... lengkap sangat contoh-contoh pantunnya :)
BalasHapusTerima kasih bapak/ibu sudah menyimak materi, semoga bermanfaat. salam berkarya, berdedikasi, menginspirasi.
BalasHapusKeren👍👍
BalasHapusWah sae tur lengkap pisan euy !
BalasHapusLengkap resumenya bu. semangaaaaatt
BalasHapuslengkap resumenya bu. semangaaaattt
BalasHapus