PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN



Assalamu'alaikum. Wr. Wb. 
Grup KBMN 31
Hari Senin, 03.05.2024
Hari ke 13
Narasumber: Susanto, S. Pd
Moderator: Edmu Yulfizar, M. Pd
Penulis: Cicih Suasih, S. Pd

Selamat malam! 
Haiii.... Sahabat literasi semua. 
Kita jumpa lagi pada pertemuan yang ketigabelas dengan materi yang menarik tak kalah dengan materi malam sebelumnya dipandu oleh moderator handal sudah tak diragukan lagi kemampuannya yakni Bapak EdmuπŸ‘. Materi kita kali ini adalah PROOFREADING sebelum Menerbitkan Tulisan. 

Pernahkan membaca sebuah karya tulis kemudian merasa kurang sreg, kurang pas? 
Mungkin karena banyak tulisan yang typo, atau banyak yang salah ejaan, huruf kapital kurang pas atau tanda baca yang salah rumah. 
Nah itulah perlunya *proofreading*. Apa itu proofreading? 
Mengapa perlu ada proofreading? 
Tekniknya bagaimana ya? 

Waaah banyak sekali pertanyaannya? 
Daripada pusing tujuh keliling yuuuuk masuk kelas malam ini.

Kita kopas sampai tuntas tentang *proofreading*

Sebelum melangkah lebih lanjut, mungkin perlu dan harus saya sampaikan bahwa menurut pengakun beliau sebenanrnya bukan proofreader profesional atau editor profesional. Katanya
Kebiasaan mengoreksi tulisan di grup (Gel. 15 – 20-an)beliau selalu diminta Bunda Ratu Antologi KBMN (YTTA), Bu Aam, dll., diminta menjadi proofreader calon buku mereka. Ternyata pak Susanto narasumber kita ini, pakarnya perlu diacungkan tujuh jempolπŸ‘πŸ‘
Mari kita simak uraian materi beliau 

Materi malam ini dalam rangka membuat tulisan menjadi makin baik dan benar, enak dibaca, dan mudah dipahami.



Pak Susanto mengambil gambar tangkapan layar percakapan Bu Ovi dengan Pak Asep.

Jika membaca tulisan bu Ovi, *siapa yang gak boleh protes*  saya betulkan, yang di gambar keliru.
Ada tanda titik sebelum *dialog tag* ( ini materi cerpennya Mazmo). 

Ibu dan Bapak, berkaca dari jawaban di atas, ternyata tulisan yang kita Tulisa bisa dipahami secara berbeda oleh pembacanya.
Di sinilah peran proofreader untuk _meluruskan_ agar tulisan dipahami oleh pembaca percis seperti yang dikehendaki pembaca.
Sahabat  literasi, saya kira itu materi pada malam ini, Masih jauh dari lengkap, namun semoga memberi gambaran tentang fungsi proofreading sebelum menerbitkan tulisan, terutama tulisan yang akan dikonsumsi orang banyak. Semakin Anda KERAS dan KETAT mengedit Insya Allaah tulisan makin bagus dan bisa menjadi bahan belajar pembaca. Semakin Anda LEMAH dan berprinsip "ah, pembaca ntar juga maklum maksudnya apa" Insya Allaah tulisan yang dihasilkan tidak sebagus yang diedit dengan cermat. 
W assalamu'alaikum. Wr. Wb. 

Tangerang, Senin, 03.06.2024

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMITMEN MENULIS DI BLOG

BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

MEMPERMUDAH PENULIS MENULIS BERSAMA PENERBIT MAYOR