MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

KBMN Gelombang 31
Pertemuan kedua puluh
Rabu, 03.07.2024
Materi: Menjadi Penulis Buku Mayor
Narasumber: Joko Irawan Mumpuni
Moderator: Daik Ma'ruf
Penulis: Cicih Suasih
Assalamu'alaikum. Wr. Wb. 

Hai...Sahabat literaai se-nusantara. Apa kabarnya? Kembali menyapa dipertemuan ke dua puluh materi" Menjadi Penulis Buku Mayor". Narasumber kita kali ini adalah bapak Joko Irwan Mumpuni fakarnya dibidang terbit menerbit. Dipandu Narasumber berpengalaman yakni bapak Dail Ma'ruf. 

Sesuai materinya malam ini, tentu banyak unek-unek yang ingin ditanyakan membuat penasaran seperti salah satunya berikut iniπŸ‘‰

*Tidakkah anda ingin menjadi penulis Buku Mayor?* 
Jawabnya pasti *INGIIIIIIIIIIIIN..* 

Menjadi penulis buku Mayor adalah idaman setiap penulis. Tantangan dan tingkat seleksi yang rumit terkadang membuat nyali kita ciut dan menyurutkan langkah semula yang berapi-api. 

Tapi hari ini kita akan mendapatkan ilmunya langsung dari sang pakar dan direktur penerbit Mayor. 

So, yang ingin melejitkan bukunya lewat penerbit Mayor jangan lewatkan kelas malam ini!!!*****
Senang ketemu bapak ibu guru yang mempunyai minat menulis yang  begitu tinggi. Kali ini saya akan mejalaskan pertimbangan Penerbit Mayor dalam menerima naskah untuk diterima dan diterbitkan dari penulis.(sapaan dr narasumber kita bapak Joko). Kita mulai dari gambar berikut ini:

Penerbit adalah Industri Kreatif yang berorentasi pada profit. Didalam Penerbit ada SDM kreatif sebagai pendukungnya: Penulis, editor, layouter, Ilustrator dan desain grafis.

Menerbitkan buku sesungguhnya merupakan kegiatan penyebaran/menjaual ilmu pengetahuan. Diawali dengan kosep Marketing 1.0 hingga marketing 5.0. seperti dalam gambar berikut.

Nah sekarang dengan kemajuan teknologi ini, format buku apa yang masih dibeli orang? Lihat hasil hasil survey berikut ini.
cermati dulu ya angka angka yang dipaparkan dalam bentuk grafik2 ini.

Sekarang kita akan mengetahui jenis kelompok produk buku buku apa saja yang ada dipasaran. Penulis bisa memilih sesuai minatnya, tetapi yang perlu menjadi pertimbangan adalah siapa pembaca utamanya. Jika tidak ada calon pembaca sebaiknya nggak usah ditulis. Kategori2 produk buku dipasaran dibagi menjadi sebagai berikut tergambar seperti sirip ikan.:
Setelah penulis berhasil menulis buku yang diterima oleh penerbit mayor, penulis akan memperoleh hal hal sebagai berikut:
Dan ini penjelasan rincinya.
Oleh sebab itu, agar buku yang kita tulis dapat diterima penerbit mayor, maka kita harus memiliki cara berfikir sbb, tidak hanya 5W + 1 H, tetapi 2H, H yang kedua adalah How Muct Much. Seperti dalam gambar berikut ini:
Karena sudah terstruktur dan mayor, maka ketika kita menerbitkan buku di penerbit mayor nanti secara otomatis sudah memiliki ISBN. Tugas penerbit akan melakukan sorting naskah yang dikirimkan oleh para penulis buku, kemudian mengkaji dan riset naskah itu, hingga memasarkannya ke jaringan toko buku yang dimilikinya. Perhatikan gambar berikut ini:
Beda dengan Penerbit Indie dan Self Publishing yang tidak melakukan fungsi industri
Berikut ini adalah system penilaian naskah yang ada di Penerbit Mayor:
Hanya kiri Bawah saja (warna merah) yang sudah pasti tidak diterima.
Untuk menentukan apakah tema buku tersebut punya pasar atau tidak kitab isa pakai Google Trend dengan langkah2 sebagai berikut:
Misal apakah buku dengan tema Batu Akik massih laku?
Ternyata hasilnya adalah tema batu akik sudah ketinggalan jaman. Coba lihat tema tema lain berikut ini:
Tema buku seperti PEMASARAN hasilnya sangat baik, pasarnya setabil.
Bagaimana dengan tema matematika?>
Ternyata hasilnya juga mantaf.
Sedangkan untuk melihat apakah penulis popular atau tidak dapat memakai Google Scholar Sbb:
Perhatikan berapa jumlah sitasinya, semakin besar semakin baik. 
Apakah dari peserta disni sudah ada yang memiliki akun Google Schalar? jika belum saya sarankan segera  buat.
Selanjutnya berikut adalah contoh2 buku yang telah terbit:
 Jadi menulis bareng2 teman tidak dilarang ya..
Sampai disini sudah berada dilevel mana bapak ibu semua terkait dalam hal tulis menulis?
perhatikan gambar ini:
Sekarang bagaimana pengaruhnya dengan adanya Kecerdasan Buatan?
Dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen didapatkan table sbb:
Kemudian kita masukkan prompt sebagai beikut:
Maka hasilnya akan seperti ini:
Bagaimana ChatGPT digunakan untuk membantu penulis. Misal penulis adalah dosen, maka penulis tersebut bisa membuat prompt sbb:
buku buku referensi yang dibutyhkanpun dapat dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Penulis juga bisa meminta tolong ChatGPT untuk melakukan paraphrase agar hasil tulisannya tidak sama dengan sumber aslinya.
Berikut adalah gambar ganbar hasil AI yang sangat mengagumkan.
Gambar 1 adalah gabungan antara binantang gajah dan semut, gambar kedua dalah gabungan binatang domba dan babi, sedangkan gambar ketiga adalah gabungan antara anjing, babi dan  buaya.

Ini semua  buatan narasumber bapak Joko dengan bantuan AI.

gambar2 ini juga tidak kalah mengagumkan,
Berikut adalah model bisnis penerbitan yang ada:
Jika disederhanakan akan menjadi:
Berikut adalah proses dari nasakah sampai mejadi buku yang dijual dimasyarakat:
Pilihlah penerbit yang memiliki ciri ciri kebaikan sbb:
Demikian materi malam ini, penjelasan yang sangat panjang dan dilengkapi dengan berbagai macam gambar yang menarik. 
Semoga bermanfaat dan dapat kita praktekan. 

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMITMEN MENULIS DI BLOG

BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

MEMPERMUDAH PENULIS MENULIS BERSAMA PENERBIT MAYOR